© Reuters.

Oleh Alex Ho
Harga emas kian pada Kamis (13/02) di Asia setelah Cina melaporkan lonjakan tajam jumlah kematian dan mengkonfirmasi kasus baru virus covid-19.
Emas Berjangka untuk penyerahan April naik 0,4% menjadi $1.577,05 pada pukul 1:15 AM ET (05:15 GMT).
Hubei, provinsi pusat epidemi, mengatakan tim kesehatan setempat menggunakan metode diagnosis baru dan melaporkan 242 kematian tambahan serta 14.840 kasus baru virus covid-19 hari ini, melonjak 45% dari hari sebelumnya.
Provinsi itu mengatakan mulai memasukkan kasus-kasus yang “didiagnosis secara klinis” ke dalam angka-angka, yang merujuk pada penggunaan CT scan untuk mendiagnosis pasien terjangkiti. 13.332 kasus baru masuk dalam klasifikasi itu.
“Ketika Anda melihat angka-angka seperti ini, Anda tidak bisa tidak melakukan aksi jual perdagangan, yang berarti membeli yen dan menjual saham-saham,” ungkap Ayako Sera, ahli strategi pasar Sumitomo Mitsui Trust Bank di Tokyo, dalam laporan Reuters.
“Jika pihak berwenang dapat menjelaskan hal ini secara wajar, segalanya mungkin akan tenang, tetapi saya ekspektasi aksi penghindaran risiko akan berlanjut.”
Berita itu menekan pelemahan bursa saham global. Indeks Shanghai Composite Cina melemah 9,71% di 2,906.07 dan indeks Hong Kong bergerak turun ke 27,707.25 atau mundur 0,42%. Logam kuning menguat di tengah permintaan safe haven.