© Reuters.

Harga minyak bergerak stabil pada Jumat (14/02) dan akan mencatatkan kenaikan mingguan pertama selama enam minggu dengan asumsi produsen minyak utama bakal menerapkan pengurangan produksi yang lebih besar guna mengimbangi perlambatan permintaan di Cina, negara importir minyak mentah terbesar kedua di dunia.
Minyak mentah berjangka Minyak Brent Berjangka turun 9 sen ke $56,25 per barel pada pukul 02.34 GMT, setelah naik 1% pada sesi sebelumnya menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (14/02) pagi. Brent menguat sebesar 3,3% untuk pekan ini, kenaikan pertama sejak pekan 10 Januari silam.
Minyak berjangka West Texas Intermediate (Minyak Mentah WTI Berjangka) AS turun 1 persen ke $51,41 per barel. Kontrak minyak ini naik 0,5% pada Kamis dan hingga kini telah menguat 2,2% untuk sepekan.
Harga minyak mentah telah jatuh sekitar 20% dari puncak 2020 pada 8 Januari akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dikombinasikan dengan kekhawatiran penurunan permintaan bahan bakar yang besar di Cina lantaran langkah karantina negara itu memerangi wabah virus covid-19 telah menghentikan kegiatan ekonomi.
Namun, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara produsen mitra lain, yang dikenal sebagai OPEC+, tengah mempertimbangkan pengurangan produksi hingga 2,3 juta barel per hari sebagai tanggapan terhadap penurunan permintaan.
Tetapi analis memperingatkan sejauh ini dampak permintaan hanya terbatas pada China sebagaimana yang diungkap Helima Croft, kepala strategi komoditas di Citadel Magnus.