© Reuters.

Harga minyak bergerak naik selama tiga hari terakhir di tengah ekspektasi bahwa produsen minyak utama kemungkinan akan mengurangi produksi lebih besar lagi guna mengimbangi berkurangnya permintaan akibat wabah virus covid-19 di Cina, konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia.
Minyak mentah Minyak Brent Berjangka naik 17 sen, atau sebesar 0,3%, di $55,96 per barel pada pukul 02.17 GMT seperti dilansir Reuters Kamis (13/02) pagi. Minyak West Texas Intermediate (Minyak Mentah WTI Berjangka) AS naik 29 sen, atau sebesar 0,6%, ke $51,46 per barel.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra negara lain termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, merekomendasikan pekan lalu pengurangan produksi tambahan sebanyak 600.000 barel per hari (bph) pada pengurangan 1,7 juta bph yang ada saat ini guna mengimbangi dampak kehilangan permintaan terkait virus ini.
OPEC kemarin menurunkan perkiraan permintaan minyak mentah kelompok ini untuk tahun 2020 sebanyak 200.000 barel per hari. Hal ini mendorong harapan bahwa OPEC+ akan memberlakukan pemotongan produksi pada pertemuan kelompok itu berikutnya, mungkin pada awal bulan ini.
Pemerintah Rusia belum menjelaskan bahwa pihaknya akan mendukung pemotongan lebih dalam, tetapi mayoritas perusahaan minyak Rusia menginginkan perpanjangan pengurangan produksi setidaknya melewati kuartal kedua, seorang pejabat senior Lukoil (MCX:LKOH) mengatakan Rabu.