© Reuters.

Cina telah menjadi pemimpin terkait pembayaran digital pada rata-rata konsumen di negara ini. Di kala jenis pembayaran seperti itu di Amerika Serikat misalnya Apple Pay menjadi lebih diterima secara luas. Alipay telah menawarkan warga Cina kesempatan untuk menggunakan mata uang kertas guna melakukan transaksi sehari-hari, ini tampaknya menyesuaikan penggunaan kedua pembayaran sehari-hari dan membuat mata uang menjadi 100% digital.
Kendati Cina telah mengambil sikap yang agak lebih permisif terhadap pembayaran daring dan digital baru-baru ini menurut laporan yang dilansir Cointelegraph Kamis (13/02) petang, Di Cina mayoritas telah merespon popularitas mata uang kripto dengan tindakan yang lebih otoriter. Setelah membersihkan jutaan Bitcoin yang tengah ditambang warga negara Cina, pemerintah merespons dengan melarang semua perdagangan mata uang kripto di negara tersebut pada September 2017.
Terlepas dari sikap keras pemerintah Cina terhadap mata uang kripto, negara ini juga menunjukkan minat pada teknologi blockchain dan mengembangkan mata uang digital bank sentral. Cina semakin jelas memiliki rencana sendiri melalui peraturan tambahan. Menurut Financial Times, bank sentral Cina PBOC baru-baru ini mengajukan aplikasi untuk lebih dari 80 paten, sehingga ini membuka jalan bagi peluncuran mata uang digital baru.
Pengajuan paten ini konsisten dengan kebijakan terbaru di Cina, menekankan kesediaan negara untuk merangkul blockchain sebelum memungkinkan Bitcoin dan pemegang mata uang kripto lainnya mempengaruhi pasar. Seperti yang dilaporkan, pemerintah Cina tampaknya menyukai potensi manajemen data yang aman dari blockchain, tetapi sifatnya yang tidak terdesentralisasi dan tanpa izin serta spekulasi yang dimungkinkan oleh aset kripto.