© Reuters.

Dua bom surat meledak di Belanda pada Rabu (12/02) setempat dan seorang kriminal anonim meminta pembayaran Bitcoin untuk mencegah serangan itu terjadi lagi, ungkap Kepolisian Belanda.
Bom pertama meledak di kantor pos sortir dekat Bank ABN AMRO Group NV (AS:ABNd) di Amsterdam pada Rabu pagi menurut laporan yang dilansir Cointelegraph Kamis (13/02) pagi. Bom surat meledak beberapa saat setelah seorang pekerja di ruang surat membuang paket itu.
“Kolega yang sedang menyortir surat mendengar suara mendesis, dan membuang paket itu,” ujar van der Varst.
Ledakan kedua terjadi kurang dari satu jam kemudian di kota perbatasan Kerkrade. Paket itu dikirim ke bisnis lokal, perusahaan elektronik Jepang Ricoh.
Tidak ada yang terluka dalam kedua ledakan itu, tetapi pihak Kepolisian Belanda mengatakan bom dikirim bersama dengan catatan yang menuntut pembayaran dalam bentuk Bitcoin untuk mencegah pemboman lebih lanjut.
Pihak Kepolisian Belanda telah memulai penyelidikan tetapi belum resmi mengaitkan bersama kasus-kasus tersebut.