© Reuters.

Oleh Alex Ho
Dolar AS bergerak stabil pada Selasa (11/02) siang di Asia menjelang pidato dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari ini.
Indeks Dolar AS terakhir di kisaran 98,748, atau naik tipis sebesar 0,03%.
Powell akan bersaksi di hadapan Kongres AS pada hari Selasa dan Rabu setempat. Kala ekonomi global bersiap menghadapi potensi perlambatan yang dipicu oleh wabah virus korona, trader kini akan fokus pada tanggapan Powell mengenai dampak virus ini dan melihat apakah ia akan mengkerdilkan dampak dari virus korona.
Kemarin, euro jatuh ke tingkat terendah empat bulan setelah data menunjukkan kepercayaan investor kawasan Euro meleset dari perkiraan. Investor khawatir bahwa ekonomi kawasan akan melemah lebih lanjut akibat virus korona terus menyebar dengan cepat.
“Virus korona dan dampaknya pada rantai pasokan global dipandang sebagai masalah yang jauh lebih besar bagi Jerman daripada untuk AS, sehingga EUR/USD berada di bawah tekanan,” urai ING.
Pada hari Senin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa penyebaran kasus antar manusia yang belum pernah ada di Cina bisa menjadi “percikan api yang menjadi api yang lebih besar”.
Sejauh ini virus ini telah menewaskan 1.016 orang di Cina, pejabat kesehatan Cina melaporkan pada hari Senin.
Pasangan USD/CNY turun sebesar 0,2% di 6,9694.
Sementara itu, pasangan USD/JPY naik 0,2% ke 109,91 seiring pemulihan bursa saham Asia. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak nyaris 2%, sementara saham-saham di Korea Selatan juga naik lebih dari 1%.
Pasangan AUD/USD menguat 0,5% di 0,6716. Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan pinjaman rumah tangga bulan Desember di Australia meningkat ke level tertinggi sejak Juli 2018.