© Reuters.

Dolar AS melemah terhadap mata uang lain pada Kamis (16/01) pagi dengan pasar berharap kesepakatan perdagangan Cina-AS dapat membawa hubungan yang lebih hangat antara dua perekonomian terbesar di dunia itu dan juga turut membantu untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi global.
Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (16/01) pagi, Beijing dan Washington menandatangani kesepakatan perdagangan tahap satu di Gedung Putih semalam waktu setempat dan mengatakan kesepakatan tersebut menjadi sebuah langkah maju bagi kedua negara.
Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan perundingan lanjutan tahap dua telah dimulai ketika tim perunding bekerja untuk menyelesaikan perbedaan.
Hal ini membantu dolar Australia dan Selandia Baru yang terekspos perdagangan untuk membukukan kenaikan moderat, sementara USD/CNY Cina juga menguat.
Kiwi, mata uang dolar Selandia Baru, memimpin kenaikan di pasar mata uang utama dengan naik sebesar 0,3% ke $0,6635, sementara Aussie menguat 0,1% ke tingkat tertinggi minggu ini di $0,6919.
Yuan Cina, mata uang paling sensitif terhadap hubungan perdagangan AS-Cina, kembali menuju puncak enam bulan yang dicapai Selasa, menambahkan nilai sebesar 0,1% di 6,8860 per dolar pada perdagangan luar negeri.
Greenback, sebutan lain untuk dolar AS, juga sedikit melemah terhadap euro dan pound,. Tapi berusaha mengurangi kerugian semalam. Terhadap sejumlah mata uang, dolar bersandar di 97,195.
Inti dari kesepakatan adalah janji Cina untuk membeli setidaknya produk pertanian tambahan dari AS senilai $200 miliar serta barang dan jasa lainnya selama dua tahun ke depan.
Amerika Serikat juga akan memangkas setengah dari bea tarif yang diberlakukan pada 1 September silam atas produk Cina senilai $120 miliar, menjadi 7,5%.